Arsip Kategori: Digital Forensik

Hacker bobol bank , ciptakan rekor pencurian sebanyak Rp 1 triliun

Kelompok peretas bulan lalu berhasil membobol sistem jaringan bank di Bangladesh. Mereka mendapat akses transfer kemudian buru-buru mencuri USD 80 juta (setara Rp 1 triliiun), termasuk salah satu pencurian dana terbesar sepanjang masa. Kabar pembobolan dana menghebohkan ini baru disampaikan pada publik pekan lalu.

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) sebetulnya memantau transfer mencurigakan tersebut, tapi tidak melakukan apa-apa. Transfer diarahkan ke rekening di Filipina dan Sri Lanka, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (13/3).

Sebetulnya para peretas bisa membawa kabur miliaran dollar, seandainya proses transfer ini tidak ketahuan gara-gara salah tulis. Seorang peretas mengarahkan transfer lebih dari USD 20 juta ke rekening milik Yayasan Shalika Foundation. Tapi yang dia tulis justru ‘Fandation’.

Akibat typo itulah, jaringan perbankan international, dipimpin Deutshe Bank, menghubungi bank sentral Bangladesh yang dibobol habis-habisan. Sayangnya, ketika transfer itu dihentikan, para peretas jahat terlanjut membawa pergi USD 80 juta.

Bank Sentral Bangladesh segera bekerja sama dengan Interpol memburu para peretas tersebut. Sebagian dilaporkan benar-benar tinggal di Filipina. Beberapa tersangka sudah ditangkap. Belum diketahui berapa dana yang tercuri berhasil diambil kembali oleh otoritas moneter Bangladesh.

“Kami beruntung mendapat peringatan bahwa ada transaksi keuangan yang skalanya terlalu besar untuk perekonomian negara kami,” kata salah satu pejabat Pan Asia Banking – salah satu bank swasta terbesar di Bangladesh – yang menolak disebut namanya.

Menteri Keuangan Bangladesh, Abul Maal Abdul Muhith, memprotes The Fed. Bank sentral AS itu seharusnya bisa menghentikan transfer di tengah jalan. Pemerintah Bangladesh kini sedang mempelajari kemungkinan menuntut the Fed untuk mengembalikan uang yang hilang.

“The Fed harus bertanggung jawab,” kata Maal.

Pembobolan ini, meskipun nilainya fantastis, masih belum menjadi yang terbesar sedunia. Perusahaan keamanan siber, Kapersky, menyatakan tahun lalu peretas multinasional mencuri lebih dari USD 1 miliar dari 100 perusahaan keuangan seluruh dunia.

Apa itu Digital Forensics ?

Dewasa ini berkembang bidang yang menjadi trending pada dunia teknologi informasi khususnya berkaitan dengan maraknya kejahatan di dunia maya. Peran seorang pakar security dan digital forensic dituntut untuk dapat membongkar kejahatan tersebut. untuk lebih mengenal tentang digital Forensic, di bawah ini berbagai definisi yang diambil dari berbagai sumber. Selamat membaca.

Digital Forensik adalah Proses mengungkap dan menerjemahkan data elektronik, tujuannya adalah untuk menjaga keaslian dari bukti digital saat melakukan penyelidikan terstruktur dengan mengumpulkan, mengidentifikasi dan memvalidasi informasi digital untuk tujuan merekonstruksi peristiwa yang terjadi.
Sumber Definisi: https://www.techopedia.com/definition/27805/digital-forensics
Inti : Data Elektronik, Keaslian Barang bukti.

Digital Forensik adalah Penggunaan metode ilmiah yang berasal dan terbukti terhadap pelestarian, pengumpulan, validasi, identifikasi, analisis, interpretasi, dan dokumentasi presentasi bukti digital yang berasal dari sumber-sumber digital untuk tujuan memfasilitasi atau melanjutkan rekonstruksi peristiwa ditemukan pidana, atau
membantu untuk mengantisipasi tindakan yang tidak sah.
Sumber Definisi : Brian Carrier (Defining Digital Forensic Examination and Analysis Tools Using Abstraction Layers)
Inti : Metode, Data Elektronik dan Tindakan Pidana

Digital Forensik adalah cabang dari ilmu forensik meliputi pengungkapan dan investigasi bersumber dari perangkat digital dan berkaitan dengan kejahatan komputer.
Sumber Definisi: https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_forensics
Inti : Barang bukti elektronik, Kejahatan komputer.

Digital Forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital merupakan hasil ekstrak dari barang bukti elektronik seperti Personal Komputer, mobilephone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisis.
Sumber Definisi: Ruby Alamsyah
Inti : Barang bukti lektronik, media penyimpanan dan pengadilan

Digital Forensik adalah ilmu yang berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer. Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa digital forensik merupakan teknik atau cara menangani barang bukti digital untuk diproses dan menghasilkan informasi yang berguna untuk keperluan pengadilan.
Sumber definisi: Noblett
Inti : barang bukti elektronik, teknik atau cara, dan pengadilan

Kesimpulan
Digital Forensik merupakan cabang ilmu forensik yang digunakan dalam rangka menemukan barang bukti digital yang diekstrak dari barang bukti elektronik (perangkat elektronik) yang memiliki media penyimpanan data dari suatu kasus kejahatan mulai dari prosedur pengumpulan, validasi, identifikasi, pengamanan, analisis hingga pembuatan dokumentasi sehingga bisa digunakan dalam pengungkapan kasus di muka persidangan.